Metalurgi ITB, Helat Forum Internasional Terkait Biohidrometalurgi

Untuk pertama kalinya, forum internasional untuk mendiskusikan perkembangan teknologi biohidrometalurgi, International Biohydrometallurgy Symposium (IBS), diselenggarakan di Sanur, Bali, pada (05-09/10/15). Indonesia sendiri terpilih secara aklamasi untuk menjadi tuan rumah IBS ke-21, dengan Program Studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB sebagai organizing committee.

Mengangkat tema “Biohidrometalurgi: Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengembangan Berkelanjutan,” IBS 2015 menyuguhkan kuliah dari 11 pembicara utama yaitu, Professor David Holmes (Santiago, Chili), Professor Helen Watling (CSIRO, Perth, Australia), Professor Ricardo Amils (Madrid, Spanyol), Professor Axel Schippers (BGR, Jerman), Professor Elizabeth Watkin (Curtin University, Perth, Australia), Professor Keiko Sasaki (Kyushu University, Jepang), Professor K. A. Natarajan (Indian Institute of Science, India), Professor Xueduan Liu (Central South University, RRC), Professor Mark Dopson (Linnaeus University, Swedia), Dr. Mariekie Gericke (Mintek, Afrika Selatan), dan Mr. Jan van Niekerk (Managing Director Biomin, Afrika Selatan).

Presentasi karya ilmiah dari para peserta, dan presentasi poster turut menjadi bagian dari IBS 2015. Lebih dari 50 poster dan 70 makalah yang berasal dari 22 negara seperti, Rusia, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina (RRC), Inggris, Jerman, Spanyol, Brazil, Chili, Jepang, Afrika Selatan, Australia, serta Indonesia, dipaparkan dalam IBS tahun ini. Panitia IBS memfasilitasi karya tulis ilmiah yang lolos seleksi untuk dipublikasikan dalam jurnal berkala Advanced Materials Research (Transtech Publication) yang tersedia secara online via www.scientific.net. Jurnal tersebut akan masuk kedalam indkes Scopus Elsevier dan Ei Compendex (CPX), Cambridge Scientific Abstracts (CSA), Chemical Abstracts (CA), Google Scholar, dan ISI (ISTP,CPCI, dan Web of Science).

Dengan adanya IBS 2015, diharapkan para peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, institusi pemerintahan, lembaga riset, industri, dan NGO dapat saling bertukar informasi mengenai teknologi biohidrometalurgi, bioproses untuk pengolahan mineral dan ekstraksi logam, pengendalian lingkungan, serta biokorosi dan bioremediasi. Tantangan-tantangan dalam aplikasi komersial bioteknologi dalam proses pengolahan mineral, ekstraksi logam dan remediasi lingkungan tambang turut pula dibahas dalam forum tersebut.

Turut mengenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia, khususnya Bali, panitia IBS suguhkan social tour bagi para peserta dan pendamping peserta simposium. Berbagai suguhan tarian seperti Tari sekar jagat, tarian baris, dan tarian oleg keraton dapat peserta nikmati dalam tur tersebut. Berbagai objek wisata seperti, pusat batik linen Batubulan, Penelokan Kintamani, Tirta Empul, Pantai Pandawa, Garuda Wisnu Kencana, Candi Uluwatu, menjadi destinasi para peserta selama dua hari tur. Kelezatan makanan khas tradisional Bali, akan peserta nikmati di Restoran Kintamani, Restoran Budesa, dan Jimbaran. Untuk berbelanja cinderamata, para peserta akan diajak berkeliling Khrisna Souvenir.

Berita Terkait