ITB Homecoming: Janji Alumni untuk Mendukung Pendidikan Tinggi

BANDUNG, immg.metallurgy.itb.ac.id – Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di Indonesia tak lepas dari pengaruh institusi dan perguruan tingginya. Dosen dan mahasiswa juga turut mendedikasikan diri untuk meneliti dan menganalisis permasalahan yang ada untuk mencari sebuah solusi. Solusi yang tak hanya berefek bagi dirinya sendiri, namun juga bagi masyarakat luas. Di sisi lain, laju penelitian dan munculnya ide-ide cemerlang terhambat dan terkesan menghilang dari hingar-bingar masyarakat. Masalah yang ada di masyarakat tak tertangani dengan cepat sehingga keadaan semakin buruk. Contohnya dalam kasus kabut asap kemarin, yang berbulan-bulan tak ditangani serius. Salah satu penyebabnya adalah kemampuan laboratorium dan fasilitas akademik di perguruan tinggi Indonesia – terkhusus dan terfokus dalam hal ini yaitu ITB –, tertinggal jauh dengan perkembangan teknologi di dunia. Kemampuan finansial dan pengalaman yang minim menjadi topik obrolan dengan alumni Teknik Pertambangan dan Teknik Metalurgi ITB, pada Sabtu (7/11) di Ruang Seminar TA-MG, Gedung Teknik Pertambangan LABTEK IV ITB.

Acara Temu Alumni TA-MG terselenggara dalam rangka ITB Alumni Homecoming 2015, yaitu komitmen IA-ITB dalam berbagai jurusan untuk ‘kembali’ ke ITB dan bersama membangun negeri. Adapun penggabungan jurusan Teknik Pertambangan dan Teknik Metalurgi dikarenakan jurusan Teknik Metalurgi yang baru didirikan pada tahun 2006, sebelumnya merupakan kelompok keahlian dari Teknik Pertambangan, sehingga alumninya masih banyak yang bersertifikasi Teknik Pertambangan. Rangkaian acara ITB Alumni Homecoming 2015 sendiri berlangsung selama dua hari yaitu Sabtu dan Minggu (7-8/11/15) dan dihadiri oleh alumni dari berbagai angkatan. Untuk jurusan TA-MG sendiri, dihadiri lebih dari 80 alumni TA-MG dari mulai angkatan ’78 hingga yang paling muda yaitu angkatan 2011.

Rangkaian acara dengan Alumni TA-MG dibuka dengan pertandingan sepak bola persahabatan antara Tim Mahasiswa TA-MG melawan Tim Alumni TA-MG, pada Sabtu (7/11) pukul 06.00 WIB di Lapangan Utama Saraga. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 4-2 bagi Tim Mahasiswa ini diadakan dalam rangka menjaga agar fisik mahasiswa pada khususnya tetap prima sehingga dapat mendukung penyerapan materi-materi yang disampaikan dosen dalam perkuliahan maupun di laboraturium. Di samping itu, olahraga sangatlah penting bagi mahasiswa agar terjadi keseimbangan antara kegiatan-kegiatan akademik yang dikerjakannya.

1447737197363
Menjelang siang hari, acara berpindah ke Ruang Seminar TA-MG, dimana diadakan diskusi santai dan temu alumni. Diskusi yang mengusung Tema “Peran Strategis Alumni dalam Mendukung Pendidikan Tinggi TA-MG yang Mampu Menjawab Tantangan Global” ini sejalan dengan latar belakang diadakannya acara ITB Homecoming. Diskusi santai yang berlangsung dalam ruangan ini banyak membahas hal-hal yang menjadi kegelisahan dosen maupun alumni TA-MG. Prof. Dr. Ridho K. Wattimena (Dosen Teknik Pertambangan, Ketua Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB) berperan sebagai moderator dalam diskusi ini dengan pembicara-pembicara dari kalangan Pemerintahan dan Industri seperti Pramono Anung (Sekertaris Kabinet Kerja), Ir. Pontas Tambunan (Presiden Direktur PT. Kilat Wahana Jenggala), dan Ir. Winardi, MM. (Direktur Utama PT. Inalum (Persero)). Ketiga pembicara mengawali diskusi santai dengan menceritakan pengalamannya dulu saat menjadi mahasiswa dan pergerakan-pergerakan yang mereka masing-masing lakukan selama ini di bidangnya.  Beberapa poin penting yang bisa didapatkan dari diskusi ini antara lain: kemampuan bahasa mahasiswa, terutama bahasa Inggris, yang perlu ditekankan dalam setiap perkuliahan karena tuntutan engineer saat ini harus sanggup bersaing dengan dunia global; pembelajaran ke studi manufaktur perlu ditingkatkan dan menjadi topik utama karena Indonesia saat ini membutuhkan engineer yang bisa memanfaatkan sumber daya mineral untuk perkembangan industri lain di dalam negeri; dan arah pendidikan ITB, yang diharapkan menciptakan suasana dimana mahasiswa termotivasi untuk berinovasi menciptakan produk-produk berkelas ekspor dan mampu bermimpi untuk menguasai SDM kita sendiri, sehingga menjadi wirausaha yang membuka banyak lapangan pekerjaan.

1447737275878
Selain kegelisahan para alumni, dalam diskusi ini beberapa dosen Pertambangan dan Metalurgi juga menyampaikan kegelisahan-kegelisahannya mengenai kondisi perkuliahan maupun laboratorium. Masa studi yang diharuskan selesai dalam kurun waktu empat tahun menjadi tantangan bagi dosen untuk meluluskan mahasiswanya sesuai dengan kriteria-kriteria yang dibutuhkan. Metode yang sudah dan masih akan diterapkan seperti kunjungan langsung ke lapangan maupun ke perusahaan-perusahaan diperlukan agar mahasiswa tak hanya ‘kenyang’ dengan ilmu yang mereka serap di bangku perkuliahan tetapi juga dapat memberikan gambaran terhadap mahasiswa mengenai dunia kerja selepas mereka lulus. Kondisi laboratorium juga turut disoroti, dimana kondisinya yang masih tertinggal jauh dari institusi lain di dunia. Masalah finansial menjadi salah satu penghambat regenerasi alat-alat percobaan. Diskusi ini berakhir tepat pada siang hari yang dilanjutkan dengan acara ramah-tamah dan ditutup dengan kunjungan laboratorium Teknik Pertambangan dan Teknik Metalurgi.

Dengan adanya keterbukaan antara dosen dengan alumni, diharapkan dapat menjadi awal menuju perubahan besar bagi perkembangan teknologi pertambangan dan metalurgi, khususnya di Indonesia. Perubahan ini diharap membawa kemandirian teknologi bagi Indonesia, sehingga mimpi-mimpi itu dapat menjadi sebuah realita, bukan hanya menjadi wacana.

By Erian

Berita Terkait